Article Detail
MISA SYUKUR AWAL TAHUN AJARAN 2019-2020
Sekitar pukul 07.30 WIB suasana sepanjang jalan alun-alun kota Magelang, dipenuhi siswa siswi sekolah Tarakanita yang menuju Gereja St. Ignatius, Magelang. Dalam perjalanannya diiringi alunan drumb band dari Gita Patria SMP Tarakanita, Magelang. Seluruh sekolah Tarakanita Wilayah Jawa Tengah yang berada di Kabupaten dan Kota Magelang mengikuti misa syukur awal tahun ajaran 2019-2020. Setelah satu minggu mengadakan pengenalan lingkungan sekolah, sekitar 1.700 siswa siswi mengikuti misa syukur pada hari Selasa, 23 Juli 2019. Perayaan syukur ini juga diikuti para orang tua siswa dari KB/TK Pius X, Magelang. Sekolah yang berada di kota Magelang adalah KB/TK Pius X, SD Tarakanita, SMP Tarakanita, SMA Tarakanita dan SMK Pius X. Sementara sekolah yang berada di kabupaten Magelang adalah SMP Pendowo, Ngablak.
Dengan gembira melangkah bersama yang merupakan lagu pembuka misa, para siswa, guru, dan segenap karyawan Yayasan Tarakanita Wilayah Jawa Tengah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih karena Tuhan telah membimbing dan terus memelihara sekolah-sekolah Tarakanita. Tentunya menjadi harapan semuanya agar bersama-sama dapat berjuang, bekerja sama, membangun komunitas yang cerdas dan berintegritas sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dan penuh semangat di tahun pelajaran 2019-2020 dan di tengah-tengah keberagaman. Dengan mengusung tema membangun persaudaraan sejati demi terwujudnya keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan, mengajak seluruh keluarga besar bisa membangun membangun solidaritas hidup bersama, menjadi landasan pokok dari persaudaraan sejati.
Romo Petrus Suratmin, Pr, selaku pemimpin misa mengajak mensyukuri anugrah Tuhan melalui rahmat-rahmat yang diberikan kepada kita semua melalui panggilan perutusan kita masing-masing dengan membangun persaudaraan sejati. Disela homilinya, diberikan kesempatan kepada Frater Rafael dari Medan untuk memberikan sharingnya pengalaman panggilannya dan memberikan motivasi para siswa siswi guna meraih prestasi. Frater Rafael menyampaikan bagaimana pilihan tindakan itu diikuti penuh dengan tanggungjawab. Beliau juga pernah membolos, untuk tidak masuk sekolah tetapi bermain di pastoran dan dari salah satu pengalaman itulah panggilan itu tumbuh. Siswa diajak untuk selalu bertanggungjawab dan berprestasi.
Usai homili para siswa secara serentak menyatakan janjinya sebagai siswa-siswi Tarakanita salah satunya adalah saling menghormati dan menghargai teman serta orang lain, berbelarasa terhadap sesama, terutama mereka yang miskin, tersisih dan menderita serta memperjuangkan dan menegakkan keadilan/, menciptakan perdamaian dunia dan menjaga keutuhan ciptaan.
Akhir berkat perutusan romo Ratmin, mengajak semua semakin mengambil bagian dalam penderitaanNya agar semua dimampukan untuk lebih membangun persaudaraan dalam keberagaman di jaman ini yang dilandasi semangat kasih dan berbela rasa, dengan memohon berkat agar Tuhan yang memulai dan menyelesaikan tugas-tugas di tahun pelajaran 2019-2020 yang baru ini.
Comments
-
there are no comments yet
Leave a comment