Article Detail

TARAKANITA SOLO BARU dalam MISA AWAL TAHUN

Mentari pagi mengiringi para siswa KB/TK/SMP Tarakanita Solo Baru melangkah menuju ke Gereja Katolik Kristus Raja Solo Baru. Sebagian dari para siswa ada yang diantar dan ada pula yang naik sepeda. Penuh senyum manis mereka disambut penuh kegembiraan oleh beberapa guru yang berada di depan gerbang Gereja. Tentu menjadi pemandangan yang penuh mengesankan karena pada hari Jumat, 26 Juli 2019, kompleks KB/TK/SD/SMP Tarakanita Solo mengadakan misa awal tahun 2019/2020.
 
Misa dimulai pukul 07.30 dipimpin oleh Romo Oktavianus Eka Novi Setyanta, Pr atau biasa dipanggil sebagai Romo Novi. Setelah perarakan masuk, Romo Novi menyapa selamat pagi. Sapaan Romo Novi bukan sapaan biasa yang diucapkan. Romo Novi mengajak siswa KB/TK ketika disapa selamat pagi, dijawab hore dengan melambaikan tangan kanannya, selanjutnya untuk siswa SD dijawab selamat pagi dengan melambaikan kedua tangan dan seterusnya, seluruhnya disapa dengan jawaban yang berbeda beda. Suasa Gereja saat itu penuh sukacita mengawali perayaan misa syukur awal tahun.
 
Mengangkat tema kesetiaan dalam semangat belajar, Romo Novi mengemas homili dengan cukup menarik. Beberapa siswa diajak ke bernyanyi dan menari kedepan. Diantaranya Juan IVb, Monica IVb, Steven IVb dan Elya IIIa. Bersama seluruh siswa, orangtua dan para karyawan Solo Baru menyanyi ku daki daki daki daki gunung yang tinggi ku turun turun turun turun lembah yang dalam... Dengan penuh tawa semua merasakan kegembiraan.
 
Usai bernyanyi dan menari, Romo Novi melontarkan pertanyaan, siapa yang disini, yang suka belajar? siapa yang disini, yang suka bermain? siapa yang di sini, yang suka bermain sambil belajar? Beberapa siswa memberikan respon dengan mengangkat tangannya sembari menjawab saya. Romo menggambarkan bahwa proses belajar harus dilakukan seperti dalam bait lagu kudaki daki gunung yang tinggi. Belajar harus selalu diperjuangkan seperti kuturun turun ke lembah yang dalam dan melintasi padang rumput yang membentang. Kesetiaan dalam semangat belajar harus selalu ditumbuhkan seperti pada bait-bait lagu kudaki daki gunung.
 
Seiring bacaan injil yang dipilih bahagia memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar, Romo Novi menegaskan bahwa para siswa dipanggil untuk menggunakan mata dan telinga dengan sebaik baiknya. Tuhan mengajarkan untuk menggunakan mata dan telinga, oleh karena itu kita gunakan untuk proses belajar. Kita harus mensyukuri rahmat Tuhan, karena kita akan memulai proses belajar di tahun ajaran ini. Kita dipanggil untuk berani jujur menggunakan mata dan telinga.
Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment